Aisyiyah Surakarta Santuni 350 Dhuafa, Perkuat Peran Sosial dan Sinergi Lembaga

Surakarta — Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Surakarta melalui Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) bekerja sama dengan Kantor Layanan Lazismu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyantuni 350 dhuafa pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung PDA Surakarta tersebut menghadirkan peserta penerima manfaat dari seluruh ranting ‘Aisyiyah se-Kota Surakarta, masing-masing mengirim lima orang penerima bantuan.

Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat sinergi kelembagaan dalam pemberdayaan umat, terutama menjelang bulan Ramadhan. Santunan diberikan dalam bentuk paket sembako dan uang transportasi, yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan dasar para penerima.

Acara diawali dengan sambutan Wakil Ketua PDA Surakarta. Dalam sambutannya ia mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan santunan tersebut. Ia menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai ruh gerakan ‘Aisyiyah dalam melayani masyarakat. Menurutnya, kegiatan santunan harus dipandang bukan hanya sebagai agenda tahunan, melainkan sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk menghadirkan manfaat nyata.

Setelah itu, Ketua MKS Kuswidaryati, S.E., menyampaikan sambutan kedua. Dalam keterangannya, Kuswidaryati menekankan pentingnya kesyukuran, mengingat kegiatan santunan rutin tersebut dapat kembali diselenggarakan. Ia juga mengajak peserta dan tamu undangan untuk menyambut bulan Ramadhan dengan semangat ibadah dan optimisme.

“Kita bersyukur dapat kembali mengadakan program sosial ini. Ramadhan sudah semakin dekat. Semoga kegiatan ini dapat membangkitkan semangat berbagi dan menumbuhkan kepedulian,” ujar Kuswidaryati dalam sambutannya. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara PDA Surakarta, MKS, dan Lazismu UMS merupakan bukti konkret kolaborasi kelembagaan dalam memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Lazismu UMS, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag. Ia menyebut kegiatan santunan tersebut sebagai wujud sinergi berkelanjutan antara Lazismu UMS dan ‘Aisyiyah. Menurutnya, kerja sama itu telah terbentuk sejak beberapa tahun terakhir, terutama pada ranah penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada kelompok yang membutuhkan. “Kegiatan ini adalah bentuk sinergi yang terus berkelanjutan antara Lazismu dan ‘Aisyiyah dalam memperkuat peran sosial,” kata Mahasri.

Lebih jauh, Mahasri berharap program tersebut dapat terus bergerak secara produktif dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan permohonan doa dan dukungan agar Universitas Muhammadiyah Surakarta semakin maju dalam bidang pendidikan. Dalam sambutannya, Mahasri menegaskan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa dan kemajuan institusi pendidikan akan berdampak pada peningkatan potensi zakat di lingkungan UMS.

“Kami berharap UMS semakin maju. Dengan banyaknya mahasiswa yang diterima, tentu akan berpengaruh pada zakat yang diterima Lazismu UMS. Zakat inilah yang menjadi salah satu energi penting untuk menjaga keberlanjutan program sosial termasuk kerja sama ini,” ujarnya.

Sebelum penyaluran santunan, acara diisi tausiyah keagamaan oleh H. Joko Riyanto. Dalam tausiyah yang mengangkat tema Isra Miraj tersebut, ia menekankan pentingnya keteladanan Nabi Muhammad SAW serta dorongan untuk memperbanyak amal saleh, khususnya menjelang Ramadhan. Ia juga mengapresiasi PDA Surakarta dan MKS yang dinilainya istiqamah dalam melaksanakan program santunan setiap tahun.

“Program ini sangat baik dan patut diapresiasi. MKS telah melaksanakan tagline-nya, yaitu ‘tiada hari tanpa memberi’. Semoga sinergi yang terjalin bersama Lazismu UMS ini dapat terus berlanjut,” tuturnya.

Selain itu, tausiyah tersebut juga menyoroti tantangan kehidupan sosial masyarakat yang semakin kompleks. Menurut Joko Riyanto, lembaga keagamaan memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok dhuafa. Ia menyebut bahwa kegiatan santunan adalah salah satu bentuk nyata dari dakwah sosial.

Program santunan yang melibatkan 350 penerima manfaat tersebut juga mendapatkan respon positif dari peserta. Salah seorang penerima santunan mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Ia menyatakan bahwa bantuan sembako dan uang transportasi dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya menjelang Ramadhan. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami,” ujarnya secara singkat.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Hj. Hindun Zulaikah yang turut mendampingi jalannya acara. Ia menyampaikan bahwa program santunan yang dilakukan PDA Surakarta melalui MKS bukan semata-mata bersifat karitatif, melainkan juga edukatif dan spiritual. Menurutnya, pemberian bantuan disertai penguatan pemahaman agama dapat memberikan manfaat yang lebih menyeluruh bagi para penerima.

Program santunan sendiri telah menjadi agenda rutin dari PDA Surakarta melalui MKS sejak beberapa tahun terakhir. Masing-masing ranting ‘Aisyiyah di tingkat kecamatan hingga kelurahan turut berpartisipasi dengan mendata dan mengirimkan lima orang penerima bantuan. Mekanisme tersebut dinilai efektif untuk memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

Dengan kolaborasi Lazismu UMS, program tersebut juga diharapkan dapat semakin terukur dan terarah, baik dari sisi pengumpulan maupun penyaluran dana zakat dan sedekah. Hal tersebut sejalan dengan visi ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan.

Menjelang penutupan acara, panitia menyalurkan bantuan kepada seluruh peserta secara teratur dan tertib. Suasana penuh syukur tampak dari wajah para penerima manfaat. Para pengurus berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dan diperluas agar mampu menyentuh lebih banyak pihak.

Kegiatan santunan dhuafa yang diselenggarakan pada 19 Januari 2026 tersebut pada akhirnya menjadi bukti bahwa kerja sama antarorganisasi dan lembaga pendidikan dapat berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui sinergi yang saling mendukung, program sosial seperti ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak lebih luas.

Scroll to Top