LAZISMU UMS DUKUNG USAHA MIKRO MASYARAKAT LEWAT PROGRAM SAHABAT LAZISMU

 

Kehidupan perekonomian masyarakat di Indonesia sangatlah beragam. Ada masyarakat yang hidupnya serba kekurangan, pas-pasan, hingga yang rejekinya berlebih. Melihat kehidupan masyarakat masih banyak yang kekurangan, namun mereka memiliki semangat untuk mencari nafkah, Lazismu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memiliki program bernama Sahabat Lazismu UMS. Program ini ditujukan untuk mendukung usaha mikro masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu pengurus Lazismu UMS, Sugeng Riyadi menuturkan bahwa di Lazismu UMS memiliki Program Benkuat (Bina Ekonomi Kewirausahaan dan Keterampilan). Program tersebutlah yang kemudian diberi nama Sahabat Lazismu UMS, dimana program ini bisa ditujukan bagi lembaga, perorangan, atau kelompok.

Kalau di Lazismu kan ada Program Benkuat, Bina Ekonomi Kewirausahaan dan Keterampilan. Salah satunya memberikan dana bantuan bergilir bisa untuk lembaga, perorangan, atau kelompok. Kalau ibuk yang kami bantu ini masuk ke perorangan,” tuturnya ketika diwawancarai di Kantor Pelayanan Lazismu UMS, Jum’at (29/9).

Dia juga menambahkan bahwa program tersebut hanya ditujukan bagi pemilik usaha yang masih terbilang kecil atau mikro. Sehingga dukungan ini tidak bisa disalurkan bagi usaha yang sudah berkembang atau cukup besar. Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan Lazismu UMS dalam menentukan siapa yang berhak menerima bantuan tersebut.

Di hari yang sama pula, ketika mengunjungi Sri Sumarsih, seorang penjual gorengan dan soto yang menerima bantuan Sahabat Lazismu UMS. Dia mengungkapkan bahwa sebelum memulai usaha ini dia bekerja di sekitaran UMS. Namun karena selalu pulang malam, dia kemudian berinisiatif untuk jualan gorengan yang dimulainya sejak awal Ramadhan di sekitar Kampus IAIN Surakarta.

“Sebelum jualan gorengan ini saya pernah bekerja di toko sekitar UMS. Tapi saya kan selalu pulang malem, jadi lama-lama saya tidak enak. Kemudian setiap saya pulang selalu melihat Lazismu UMS, nha disitu saya coba mengajukan bantuan sembari pas bulan Ramadhan saya coba mulai berjualan gorengan di dekat IAIN Surakarta,” ungkapnya.

Sumarsih juga menambahkan ketika masuk Syawal ternyata hasil jualan gorengan tersebut memberikan hasil yang cukup banyak. Kemudian dia berinisiatif mengembangkan usaha nya tersebut dengan membuka warung soto di Pucangan, Kartasura. Apalagi usaha tersebut juga dibantu oleh Program Sahabat Lazismu UMS.

“Sebulan setelah saya jualan ternyata hasil yang saya peroleh cukup banyak. Kemudian pas Bulan Syawal saya coba kembangkan usaha saya ini dngan membuka warung soto di sini (Pucangan). Alhamdulillah ini juga lancar, ditambah ini saya rasanya juga senang dan berterimakasih karena dibantu oleh Lazismu UMS,” tutupnya ketika ditemui di warungnya yang diberi nama “Warung Soto Pagi Barokah Bu Asih”. (Khairul Syafuddin

)

Scroll to Top